Penggiat Konten dan Jalani Hidup Yang Apa adanya
Sadarkah
kita akan pentingnya era-digital khususnya sosial media? Semua dimudahkan mulai
dari Proses jual beli, komunikasi, bahkan menambah relasi membuat banyak yang
tertarik merambah menjadi seorang influencer baik di instagram, youtube,
twitter dan sosial media lain. Punya opini untuk menjadi diri sendiri, tapi
terkadang lingkungan membuat kita terlihat seperti bukan diri kita yang
sesunguhnya. Rasanya tak mudah menjalani
hidup apa adanya, tanpa syarat ketentuan. Rasanya tak mudah menjalani hidup apa adanya, tanpa syarat ketentuan.
Hal
yang paling menyebalkan ketika harus terus berpura-pura sempurna demi mengejar
popularitas di sosial media. Mengejar ribuan postingan, ratusan like, bahkan
meningkatkan engagement tapi tidak
mempertahankan identitas dirimu yang sesungguhnya.
Lingkungan dan teman yang
berpengaruh
Lantas
apa yang harus kita lakukan jika kita berada di lingkungan yang penuh
kepalsuan? Bagi saya, tetap percaya pada diri sendiri, tidak ikut-ikutan dan
mulailah bersuara, bersuara bukan untuk diakui bahwa kamu benar tapi bersuara
bahwa tidak ada yang lebih baik dari βJalani
Hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuanβ.
Aku
dan teman-temanku sudah mulai menentukan bagaimana kita seharusnya di sosial media
yang Tanpa basa-basi, Tanpa Followers Palsu, dan Apa adanya karna kita hadir di sosial media untuk terus menjadi diri sendiri.
Kenali siapa dirimu, itulah identitasmu
Sebagai sosial media addict, tentu aku sudah banyak belajar
bagaimana menjadi diri sendiri dari tahun ke tahun, terus bebenah diri, terus
bebenah isi konten sampai belajar hal baru. Bagi saya yang berbeda dari diri
saya di sosial media dan di dunia nyata, hanyalah tampilan fisik yang mungkin
sedikit diberi effect pada photo. Bahkan
nama saya pun sudah menjadi tidak asing di kalangan followers saya, ditambah
dengan isi konten saya yang rasa sudah cukup konsisten di dunia pageantry, foto ootd, dan daily activities
Konsisten dan kreatif
Sebagai
seorang instagramer dan blogger pendatang baru tentu dibutuhkan sebuah
identitas di dunia digital. Lantas bagaimana caranya untuk terus konsisten dan
kreatif? Kunci utamanya, kenali siapa dirimu, siapa sasaranmu, dan rancang apa
yang ingin kamu posting, terakhir jangan lupa untuk terus mengevaluasi diri apa
yang masih kurang sempurna lantas sempurnakan, dan jika ada yang dirasa kurang
berisi lantas revisi agar isi konten berisi. Mudahkah untuk konsisten? Tentu
tidaklah mudah, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?
Tentukan
isi konten-mu!
Sosial media milikmu adalah
cerminan siapa dirimu, siapapun bisa terlihat sempurna dengan mudahnya
mencontek konten orang lain. Maukah kalian terkenal di sosial media dengan
bayang-bayang orang lain? Saya sih tidak mau.
Bagi saya mengetahui
isi konten, apa dampaknya serta dapatkah meng-influence seseorang setelah
melihat dan membaca konten saya itu sangat penting karna secara tidak langsung
saya bisa memberikan dampak yang baik bagi pengikut atau followers saya. Yuk cari tau lebih lanjut siapa dirimu dan ciptakan
kontenmu sendiri yang simple dan #TanpaSyaratKetentuan.
Tentukan
siapa sasaran-mu!
Bergelut di dunia media
sosial selain mengenali dirimu sendiri, memiliki identitas dan ciri khas
konten, yang tidak kalah pentingnya kita sadar siapa yang akan menjadi sasaran
kita.
Seperti aku ini, sebagai instagrammer
dan blogger tentu sasaran relasi di sosial media-ku bukan hanya sesama
instagrammer atau bahkan sesama blogger bahkan bisa dikatakan lebih dari itu.
ketika kita sudah
memutuskan untuk mengenali siapa sasaran kita di sosial media, jangan dijadikan
penghalang untuk berkenalan atau bertemu dengan orang baru, jadikanlah ia
sebagai relasi baru yang bisa saja menjadikan anda simbiosis mutualisme yang
saling menguntungkan, atau bahkan bisa menjadikan anda sahabat barunya, just wait and see..
Nah, di tengah pandemik
yang sedang mewabah atau kita kenal dengan wabah Covid-19 tentu semua kegiatan,
pekerjaan dan keseharian menjadi terhambat, bahkan mngharuskan kita semua
#DiRumahAja mulai dari belajar, bekerja, hingga membuat konten instagram dan
sosial media lainnya yang semuanya dikerjakan dari rumah, tentu bukan keinginan
kita tapi juga kesadaran yang membuat kita terus dirumah dan terus berkreasi.
Selain menjadi seorang
instagrammer dan blogger, saya juga seorang mahasiswa yang terkena dampak wabah
Covid-19. Semua aktivitas kampus sekarang dilakukan dari rumah, mulai dari
belajar materi yang diberikan dosen, penugasan, kuis mingguan hingga UTS pun
direncakana menggunakan sistem Computer
Based Test (CBT)
Tidak pernah terbayang memang untuk
terus dirumah selama hampir satu bulan lama-nya dengan aktivitas dan kegiatan
yang sama sekali tidak berkurang bahkan cenderung meningkat, ya semua sama saja
hanya sistem pekerjaannya saja yang berubah semua dilakukan dirumah.
Sungguh terselamatkan saya sebagai
pengguna @im3ooredoo karna ditengah pandemik ini, im3ooredoo banyak memberikan
penawaran menarik untuk paket bersosial media seperti paket internet yang aku
aktifkan sekarang ini yakni, Freedom Internet yang #TanpaSyaratKetentuan
https://indosatooredoo.com/id/personal/producttariff/freedom-internet
Semua paket internet
bisa kalian cek di *123# atau di aplikasi MyIm3 kalian. Tentu dengan begini
semua aktivitas dan pekerjaan bisa terselamatkan dan terus berkreasi di sosial
media dengan mudah.
Yuk
tetap dirumah aja, terus berkreasi dengan kontenmu dan jalani hidup yang apa
adanya, tanpa basa-basi. Tanpa kepura-puraan, dan tanpa followes palsu seperti
@im3ooredoo
Lebih baik jadi diri sendiri dan organik ya, Mas :)
BalasHapusbener banget kak. apalagi authentic ya kak
HapusAku pernah loh pencitraan tapi lama-lama cape sendiri beb. Hahaha, beban dong!! Emang udah paling bener jalani hidup apa adanya, di media sosial atau di kehidupan nyata, yakaaan!!
BalasHapusbukan lagi kak. udah capek jadi beban pula:(
HapusAku masih belum bisa nih konsisten, masih kadang pengen nyoba hal lain gitu π
BalasHapuskonsisten aktif disosmed aja dulu, kalau konsisten untuk kontennya emang rada susah apalagi di usia produktif, tapi kalau sudah nyaman dengan yang sudah ada why not to be consistent
HapusHarus belajar buat konsisten dan kreatif, banyak yang harus dibenahi π
BalasHapusyas bener banget kak. yang penting trs produktif dan apa adanya sembari bebenah
HapusSetuju, lingkungan dan teman sangat berpengaruh jadi sebisa mungkin jadi diri sendiri aja deh.
BalasHapusBener, kuncinya adalah kenali diri sendiri, kenali media yang akan digunakan, dan kenali juga target pasarnya seperti apa. Thats it!
BalasHapusyeah. thankyou bang
HapusIyes nih yang pertama, beneran harus mengenal diri sendiri dulu, kalo dah settle dengan dirinya berada dilingkungan manapun tetep menjadi diri sendiri.
BalasHapusyas bener, tp kadang lingkungan juga berperan membentuk diri kita loh, nah tinggal bagaimana kita memanage ulang diri kita aja ambil baiknya, urungkan yang buruknya. hihi
BalasHapusKonsisten itu yang susah sih. Apalagi konsisten jadi diri sendiri huhuhu
BalasHapusSetuju kak, kadang kita harus berpura pura menjadi sosok orang lain demi konten, nah sekarang ubah mindset kita untuk selalu bersyukur dengan apa adanya kita, percaya diri saja... sehingga tidak ada yang berbeda antara nyata dan maya..
BalasHapusBetul, jadi diri sendiri itu kuncinya. Btw, lingkungan pertemanan juga memengaruhi sih, tapi tetap jadi apa adanya dengan dirimu sendiri
BalasHapus